Wednesday, March 13, 2013

Kelirumologi: e-KTP


Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Dalam Negeri mencanangkan suatu program terkait identitas kependudukan bagi Warga Negara Indonesia. Program tersebut berupa pembaruan fungsi, teknologi, tampilan dan bentuk fisik dari Kartu Tanda Penduduk (KTP). Melalui program tersebut, pemerintah menghimbau penduduk Indonesia untuk mengganti KTP lamanya dengan KTP baru yang dilengkapi dengan perangkat elektronik. KTP baru ini dikenal dengan sebutan e-KTP (baca: i-katépé). Diharapkan dengan e-KTP ini, penduduk Indonesia dapat lebih praktis dalam mengurus segala hal administrasi maupun birokrasi yang membutuhkan keterangan identitas aslinya.

e-KTP
sumber: kabar4.com
Namun, sadarkah anda akan adanya suatu kekeliruan terkait e-KTP ini?

Istilah 'e-KTP' diadopsi dari istilah teknologi yang sudah umum berlaku, di mana 'e' dalam istilah tersebut kependekan dari 'electronic'. Saya yakin anda sudah awam dengan istilah e-mail, yang berarti surat elektronik (electronic mail) atau e-money yang berarti uang elektronik (electronic money).

Dalam pengucapan bahasa Inggris, huruf 'e' berbunyi 'i', sehingga e-mail jika diucapkan berbunyi imeIl, dan e-money berbunyi imaniy. Sementara itu, seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, e-KTP diucapkan oleh banyak orang dengan bunyi i-katépé, dan itu keliru!

Kekeliruan ini muncul akibat inkonsistensi pelafalan huruf penyusun kata e-KTP. Huruf 'e' diucapkan dengan pelafalan English, sementara 'KTP' diucapkan dengan pelafalan Bahasa Indonesia. Akan lebih tidak keliru jika kita konsisten dalam pelafalan. Menggunakan pelafalan English menjadi ike:ytipi, atau pelafalan Bahasa menjafi ékatépé. Karena pada dasarnya singkatan 'e' yang berarti 'electronic', jika diterjemahkan ke Bahasa, akan menjadi 'elektronik'. Sama saja.




i-radio
sumber: maylaffayza.multiply.com
Kekeliruan ini muncul juga pada penamaan saluran radio 'I Radio', yang khusus memutar lagu-lagu lokal. Namun, oleh para penyiarnya, saluran tersebut dilafalkan 'i re:diou'. Hal ini juga terjadi dalam pelafalan iklan saluran radio tersebut, di mana 'radio' diucapkan dengan pelafalan English, sementara 'I' tetap dilafalkan dalam Bahasa. Seharusnya, jika mau konsisten dengan English, maka pelafalannya menjadi 'ai re:diou'. Atau kalau mau menggunakan pelafalan Bahasa, menjadi 'i radio'.


Cheers :)
Pramuaji "Ajay"

No comments:

Post a Comment