Friday, July 16, 2010

Kelompok Suporter Apakah Anda?

Piala Dunia Afrika Selatan 2010 telah usai, juara dunia baru telah muncul, euforia pesta sepakbola dunia juga sudah semakin berkurang, tetapi bukan berarti efek dari Piala Dunia langsung hilang begitu saja. Ada banyak fenomena-fenomena serta wacana-wacana baru yang muncul seiring dengan berakhirnya SouthAfrica2010.




Salam Sepakbola,,,,

Salah satu fenomena menarik yang menjadi bagian dari Piala Dunia 2010 adalah fenomena suporter. Dengan jumlah yang melebihi 750 juta pemirsa di seluruh dunia, baik yang menonton langsung maupun melalui layar kaca, penyelenggaran Piala Dunia tahun ini telah banyak memunculkan kejadian-kejadian unik yang berhubungan dengan suporter. Mulai dari tiupan bising vuvuzela yang mengganggu, hadirnya figur-figur penting dan terkenal di tribun stadion, hingga maraknya kegiatan-kegiatan NonBar (nonton bareng) telah mengiringi berbagai macam kisah sedih dan senang para suporter Piala Dunia kali ini.

Indonesia memiliki masyarakat yang berisi banyak penggila bola. Meskipun Tim Nasional Indonesia tidak pernah mengikuti putaran final Piala Dunia, dan banyak dari masyarakatnya yang tidak mampu untuk pergi ke Benua Hitam untuk menikmati atmosfer Piala Dunia secara langsung, bukan berarti mereka akan kehilangan euforia dan keceriaan yang dimunculkan oleh Piala Dunia. Karena mereka bisa menikmatinya melalui siaran langsung televisi .

Selama Piala Dunia Afrika Selatan 2010 berlangsung kemarin, saya sedikit memantau ciri dan perilaku suporter lokal Indonesia dalam menanggapi dan menyaksikan ajang 4 tahunan tersebut. Dan ternyata ada keunikan tersendiri yang ditujukan oleh para suporter lokal tersebut, yang bisa dikelompokkan berdasarkan beberapa faktor, diantaranya antusiasme, pengetahuan tentang sepakbola secara umum, dukungan yang diberikan, tujuan mereka menonton pertandingan, dan juga jumlah pertandingan yang mereka tonton selama Piala Dunia 2010 berlangsung.

Tulisan ini akan memberikan penjabaran secara singkat tentang hasil “pantauan” saya dalam mencirikan dan mengelompokkan individu-individu, terkait dengan tanggapan dan perilaku mereka terhadap datangnya ajang Piala Dunia 2010. Dan penjabarannya adalah sebagai berikut:

1. Kelompok Apatis
Individu yang termasuk dalam kelompok ini sama sekali tidak terpengaruh oleh gaung event akbar 4 tahunan ini. Antusiasme dan pengetahuan mereka tentang sepakbola sangat minim, atau bahkan tidak ada sama sekali. Mereka tidak peduli terhadap maraknya pemberitaan di media massa yang selama 1 bulan penuh membahas tentang Piala Dunia. Dan mungkin selama 1 bulan penyelenggaraan Piala Dunia, mereka menjadi kelompok yang “termarginalkan”. Mereka hampir tidak pernah menonton pertandingan Piala Dunia, dan kalaupun pernah, paling cuma sebentar. Cuma ada 1 alasan mereka termasuk dalam kelompok ini, yaitu karena mereka tidak menyukai sepakbola, atau secara umum, tidak menyukai olahraga.

2. Kelompok Suporter Dadakan / Musiman
Kelompok suporter ini hanya mucul ketika event akbar seperti Piala Dunia sedang berlangsung, mereka jarang muncul ketika musim reguler liga sepakbola dunia berjalan. Hal ini membuktikan bahwa orang yang termasuk dalam kelompok ini terkena efek langsung dari euforia Piala Dunia. Antusiasme mereka terhadap sepakbola muncul seketika tatkala putaran final Piala Dunia atau ajang level internasional lainnya sedang berlangsung. Tujuan mereka menonton Piala Dunia berbeda-beda, tergantung beberapa faktor. Begitu juga jumlah pertandingan yang mereka saksikan. Kelompok suporter ini memiliki sub-sub kelompok sebagai berikut.

a) Suporter Musiman Standar
Kelompok suporter ini umumnya terkena efek langsung dari euforia ajang sebesar Piala Dunia. Ketika liga sepakbola dunia menjalani musim reguler, mereka tidak aktif mengikutinya, namun ketika Piala Dunia berlangsung, mendadak antusiasme mereka muncul. Hal ini terkait dengan situasi di lingkungan sekitarnya yang seringkali berbau Piala Dunia, mulai dari pemberitaan di media massa, obrolan teman-teman, dan iklan-iklan yang menampilkan segala hal yang berhubungan dengan Piala Dunia. Pengetahuan mereka tentang sepakbola tergolong rendah, namun sudah cukup untuk bisa menikmati Piala Dunia, selama ajang itu berlangsung. Pertandingan yang ditonton oleh kelompok suporter ini biasanya adalah pertandingan-pertandingan high profile. Dan dukungan mereka terhadap suatu tim bersifat spontan.

b) Suporter NonBar Pasif
Suporter NonBar pasif memiliki antusiasme yang tinggi untuk hadir di acara NonBar, namun tidak memiliki pengetahuan tentang sepakbola yang tinggi. Tujuan mereka menonton pertandingan Piala Dunia hanya untuk merasakan keramaian dan atmosfer NonBar, atau istilahnya “cuman ikut-ikutan doang”. Mereka belum dan bahkan tidak tahu tim mana yang akan mereka dukung dalam pertandingan yang mereka tonton, yang penting nongkrong rame-rame. Tujuan lain adalah untuk menemani atau memenuhi undangan dari teman atau pasangan yang datang ke acara NonBar, dimana si teman atau si pasangan termasuk ke dalam sub-kelompok berikutnya.

c) Suporter NonBar aktif
Suporter NonBar aktif memiliki antusiasme dan tujuan yang sama dengan suporter NonBar pasif, namun ia memiliki pengetahuan yang cukup tinggi tentang sepakbola secara umum. Mereka biasanya mendukung salah satu tim dari awal berlangsungnya Piala Dunia, dan mereka hampir selalu hadir dalam acara NonBar yang melibatkan tim tersebut. Suporter ini juga aktif mengajak rekan-rekan atau pasangannya yang termasuk dalam kelompok suporter NonBar pasif.

3. Gambler
Pertandingan-pertandingan Piala Dunia tentunya menjadi ajang taruhan menarik bagi para gambler. Dan mereka tidak ingin melewatkan kesempatan untuk ikut memasang taruhan di setiap pertandingan. Antusiasme para gambler didasari atas keinginan untuk memenangi taruhan, maka banyak dari mereka yang nongol ketika Piala Dunia berlangsung. Ada 3 sub-kelompok gambler, yang dibedakan berdasarkan tim yang dia dukung, atau lebih tepatnya tim yang mereka pasang saat taruhan, yaitu.

a) Loyal
Gambler yang termasuk dalam kelompok loyal hanya menonton, mendukung dan memasang taruhan untuk satu tim yang dia bela. Dia tidak memasang taruhan di pertandingan-pertandingan yang tidak melibatkan tim favoritnya.

b) Labil-realistis
Gambler ini aktif memasang taruhan di banyak pertandingan, baik pertandingan Big Match atau gurem. Pengetahuan sepakbola yang dimiliki gambler ini termasuk tinggi, karena mereka membutuhkan hal tersebut untuk memperhitungkan segala macam kemungkinan dari faktor teknis maupun non-teknis demi kemenangan tim yang dia pasang taruhan, sehingga mereka cenderung bersifat realistis, yang berarti akan memasang taruhan untuk tim-tim besar yang memiliki kans lebih besar untuk menang. Mereka akan menonton dan mendukung tim-tim yang dia pilih untuk memenangi taruhan. Kelompok gambler ini sangat membenci prinsip “bola itu bundar”.

c) Ngarep
Gambler ini berani memasang taruhan pada tim-tim kecil yang akan berhadapan dengan tim besar. Mereka mengharapkan kemenangan taruhan yang besar karena tim-tim kecil yang mereka dukung memliki odds yang rendah. Mereka juga seringkali mendapatkan dan memanfaatkan voor dari lawan taruhannya. Mereka menggantungkan harapan yang tinggi kepada tim-tim gurem, yang akan berhadapan dengan tim besar. Mereka menjunjung tinggi prinsip “bola itu bundar” dan termasuk dalam kelompok anti-kemapanan.

4. Kelompok Suporter Labil
Mereka yang termasuk dalam kategori labil, ada yang memiliki pengetahuan tentang sepakbola yang tinggi dan ada juga yang rendah. Kelompok suporter ini juga mayoritas memiliki sifat dadakan atau musiman juga, namun pengelompokkan mereka difokuskan pada kepada siapa mereka memberi dukungan. Mereka cenderung plinplan dalam mendukung tim, dan kebanyakan dari mereka tidak hanya mendukung satu tim, tergantung faktor-faktor sebagai berikut.

a) Klub Favorit
Suporter ini lebih suka terhadap klub daripada tim nasional. Mengingat satu klub terdiri dari beberapa pemain dari berbagai negara, maka dia akan mendukung negara-negara yang dibela oleh pemain dari klub yang dia sukai. Misalnya, suporter klub Inter Milan akan mendukung Belanda, Brazil, Argentina, Kamerun, dan negara lainnya, selama di negara tersebut terdapat pemain Inter Milan.

b) Gaya Bermain Tim
Beberapa orang ada yang suka dengan suatu tim karena gaya bermainnya. Yang paling banyak digandrungi adalah gaya bermain menyerang, karena mereka senang melihat aksi-aksi serangan sporadis dan taktis untuk memburu gol. Namun ada juga yang senang melihat gaya bermain bertahan atau pragmatis. Menurut mereka, penerapan strategi bertahan memiliki seni dan keindahan tersendiri, meskipun tidak terlalu banyak orang yang senang dengan gaya bermain ini. Mereka yang tergolong offensive-minded membela tim-tim seperti Spanyol, Belanda, Jerman, atau Portugal. Sementara mereka yang tergolong defensive-minded membela tim-tim seperti Yunani, Swiss, atau Italia.

c) Pemain, dari sisi teknis
Ada banyak orang yang menyukai atau mengidolakan pemain-pemain dengan skill individu yang tinggi. Mereka senang melihat sang pemain beraksi di lapangan melalui gocekan-gocekan, umpan-umpan, atau gol-gol yang dicetak oleh si pemain bintang. Ada banyak pula pemain-pemain di dunia yang termasuk dalam kategori high skilled ini. Sehingga suporter labil yang mengidolakan pemain dari sisi teknis ini biasanya akan mendukung banyak tim. Misalnya, mendukung Portugal karena ada Cristiano Ronaldo, mendukung Brazil karena ada Kaka’ atau Robinho, juga mendukung Inggris karena ada Wayne Rooney, dan yang lainnya.

d) Pemain, dari sisi ketampanan
Tanpa bermaksud mengangkat isu gender dan seksualitas secara diskriminatif, saya berani mengatakan bahwa sub-kelompok suporter labil ini hampir semuanya adalah kaum hawa. Singkat kata, mereka mendukung tim yang memiliki pemain-pemain berwajah rupawan. Dan tujuan utama mereka bukanlah untuk menonton pertandingan, melainkan menonton pemain berwajah tampan beraksi. Hampir dipastikan mereka tidak akan mendukung Afrika Selatan atau Pantai Gading. Mereka umumnya mendukung lebih dari satu tim dari benua Eropa seperti Spanyol, Inggris, Jerman, Italia, Portugal, Belanda, selama di tim tersebut terdapat “si ganteng”, “si cakep”, atau “si keren” serta “si macho”. Mereka mungkin bilang, “gue dukung Spanyol”, tapi ketika pertandingan berlangsung, bukan kata-kata, “ayo Spanyol!” yang mereka ucapkan, melainkan “ayo Fabregas ganteng” atau “ayo Torres manis.” Dan jika ada pria yang termasuk dalam kelompok suporter ini, kemungkinan besar dia hombreng.

ada satu lagi sub-kelompok suporter labil ini, namun mereka tidak memiliki alasan dukungan yang jelas, yang termasuk dalam faktor-faktor yang disebutkan diatas. Mereka hanya memilik tujuan untuk mengejek, atau menghina suporter yang timnya menderita kekalahan. Dukungan mereka tidak jelas ke tim mana, pokoknya ketika mereka melihat suporter suatu tim yang sedang sedih karena timnya baru saja mengalami kekalahan, mereka akan mengejek si suporter itu. Sub-kelompok suporter labil ini saya sebut “Suporter Bajingan Labil.”

5. Kelompok Suporter True-Believer
Orang-orang yang termasuk dalam kategori true-believer merupakan maniak bola yang tidak ingin melewatkan euforia Piala Dunia yang hanya datang 4 tahun sekali. Antusiasme mereka ditunjukkan dengan menonton hampir seluruh pertandingan Piala Dunia, baik di rumah, di acara NonBar, atau dimanapun dia berada ketika pertandingan berlangsung. Para true-believers juga tidak perah melewatkan pertandingan-pertandingan kualifikasi regional, sebelum putaran final Piala Dunia berlangsung. Pengetahuan mereka tentang sepakbola termasuk tinggi, karena sering mengikuti perkembangan cabang olahraga ini melalui media massa. Kelompok suporter ini umumnya memiliki loyalitas tinggi terhadap satu tim yang dia dukung sejak awal putaran final Piala Dunia, atau bahkan sejak babak kualifikasi regional. Dia hampir tidak pernah melewatkan pertandingan yang melibatkan tim yang dia dukung. Ketika timnya kalah, semangat dia untuk menonton Piala Dunia akan sedikit berkurang, namun masih tetap ada antusiasme untuk menonton pertandingan-pertandingan sisa hingga babak final. Tujuan mereka adalah menikmati event pesta sepakbola terbesar sejagat dengan maksimal.

Dari 5 kelompok yang telah disebutkan diatas, termasuk kelompok manakah anda?
(^c^,)

Sunday, May 2, 2010

Memoir "Si No.5"


Ketika mengawali karirnya sekitar 3 tahun yang lalu dalam Futsal HI UnPad, “si no. 5” belum menjadi “si no.5” sesungguhnya, melainkan masih menjadi “si no.21”. Saat itu, “si no.21” mengawali debutnya sebagai pemain dalam pertandingan PORJur Futsal FISIP UnPad 2007, yang juga menjadi kompetisi pertama yang diikuti oleh “si no.21”, dalam pertandingan melawan jurusan IP. “Si no.21” ditunjuk sebagai starter dalam pertandingan tersebut oleh Coach Arian dengan mengenakan kostum merah marun yang rada kekecilan dengan nama “TB” dan bernomor punggung 21, yang dipinjamkan oleh seorang senior angkatan 2003.

Dalam pertandingan tersebut “si no.21” yang tergabung dalam tim HI2, cukup berkontribusi dengan memberikan assist untuk keunggulan HI2. Namun keunggulan 1-0 tersebut tidak bisa dipertahankan hingga akhir pertandingan. Sayang sekali debut “si no.21” harus ditandai dengan kekalahan 1-2 dari IP.

Kekalahan dalam pertandingan pertama terbukti tidak mematahkan semangat semua anggota tim HI2, termasuk juga “si no.21”, karena di pertandingan-pertandingan selanjutnya, mereka mampu meraih kemenangan. Pada pertandingan kedua babak penyisihan melawan KS, “si no.21” menorehkan gol pertamanya bagi HI sekaligus memberikan keunggulan kepada tim HI2. Pertandingan itu sendiri akhirnya menjadi kemenangan pertama bagi tim HI2 dan juga bagi “si no.21”, dengan skor akhir 2-1.

Kemenangan demi kemenangan yang diraih tim HI2 membawa mereka ke babak final, dan disana mereka sudah ditunggu oleh lawan berat yaitu tim HI1. Ya, final PORJur futsal FISIP UnPad pertama adalah All HI Final. Dan yang keluar sebagai pemenang adalah tim HI2 setelah mengalahkan HI1 dengan skor 3-2 dalam pertandingan yang penuh canda tawa. Gelar juara yang dimenangkan oleh tim HI2 juga menjadi gelar pertama yang dipersembahkan oleh “si no.21” untuk HI. Dan baru setelah itulah “si no.21” menjelma menjadi “si no.5”. Begitulah cerita awal karir “si no.5” bersama tim futsal HI UnPad.



Setelah kompetisi PORJur futsal FISIP UnPad, “si no.5” ikut berpartisipasi dalam berbagai ajang futsal baik tingkat jurusan, fakultas, universitas, dan umum. “si no.5” tidak pernah absen untuk bergabung dengan tim futsal HI UnPad di semua kompetisi, mulai dari BFC 2008 dan 2009, PORJur futsal FISIP UnPad 2008, 2009 dan 2010, Pasific n Point 2008 dan 2010, serta Dimagh Cup 2009. Dalam keikutsertaannya dalam kompetisi-kompetisi tersebut, “si no.5” juga telah mempersembahkan beberapa gelar untuk timnya, seperti juara PORJur futsal FISIP UnPad 2008, Runner Up Pasific n Point 2008 dan 2010, serta juara ketiga BFC 2009.

Selama menjalani karirnya, “si no.5” sudah merasakan naik-turunnya prestasi futsal HI UnPad, mulai dari menjadi juara hingga gagal lolos penyisihan, mulai dari menang telak hingga kalah telak. Selain itu, “si no.5” juga telah bermain dan berkerja bersama banyak pemain dan beberapa pelatih atau caretaker dengan karakternya masing-masing, serta telah merasakan berbagai macam atmosfer pertandingan, dari yang kalem, yang dibumbui dengan perkelahian, hingga yang berakhir ricuh. Namun di setiap pertandingan yang ia jalani, “si no.5” sudah berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi HI UnPad. Dan dengan berakhirnya pertandingan final futsal Pasific n Point 2010 antara HI A melawan Nutrisi yang dimenangi oleh Nutrisi dengan skor 1-0, maka berakhir pula karir bermain “si no.5” di futsal HI UnPad.



“Si no.5” ingin mengucapkan banyak terima kasih kepada setiap mahasiswa dan mahasiswi HI UnPad yang senantiasa mendukung tim futsal HI UnPad berlaga di setiap pertandingan di berbagai kompetisi. Karena dukungan dari mereka telah mengangkat motivasi tim HI yang bertanding, khususnya bagi “si no.5” sendiri untuk meraih hasil yang maksimal dan memberikan yang terbaik bagi HI UnPad. Semoga dukungan-dukungan tersebut tidak akan pernah surut dalam pertandingan-pertandingan kedepan.

Kepada semua pemain yang pernah bermain dalam satu tim dengannya, “si no.5” mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya. Karena kerjasama kita dalam satu tim setidaknya telah membuahkan hasil yang maskimal. Lutfi 04, Kiko 04, Korong 02, Kumis 05, Blaque 05, Dipa 03, Yayat 03, Oka 05, Paul 03, Jenggot 03, Agung 05, Engkong 05, Gaung 05, Adam 05, Yamin 03, Ica 06, Ardi 05, Gofur 07, Chubenk 05, Diwo 06, Lenje 06, Amjad 06, Mufli 07, BY 07, Tyo 08, Dimas 08, Ambon 07, Jefrie 06, Ray 08, El 08, Felix 08, Rizky 08, Syafa 09, Aji 09, Basti 06, Nanang 08, dan beberapa pemain lain yang mungkin belum disebutkan, “si no.5” sangat berterima kasih atas kerja samanya selama berkarir, khususnya selama dia bermain satu tim dengan kalian semua.

Untuk junior-junior yang akan meneruskan perjuangan futsal HI UnPad, “si no.5” menghimbau kalian untuk meningkatkan keseriusan dan kedisiplinan dalam latihan, serta menguatkan mental bertanding masing-masing individu. Hal ini juga ditujukan untuk kebaikan bagi diri kalian masing-masing dan juga untuk keberhasilan futsal Hi UnPad dalamm kompetisi-kompetisi selanjutnya. Semoga kalian bisa lebih berprestasi di kemudian hari. “si no.5” yakin kalian bisa membawa lebih banyak gelar untuk jurusan kita tercinta ini.

Kepada para manajer yang pernah bekerjasama menangani tim futsal HI UnPad di berbagai kompetisi, “si no.5” juga menghaturkan ucapan terima kasih, karena tanpa kalian, tim tidak akan bisa berjalan at least secara administratif. Grace 06, Bobby 05, Lilly 08, Sharah 08, Nara 03, Dhiella 08, Metha 08, Fransis 07.
Ucapan terima kasih khusus diberikan oleh “si no.5” kepada Coach Arian yang telah membawa perubahan dalam permainan futsal “si no.5” baik secara individu maupun secara tim. Materi latihan dan motivasi yang beliau berikan akan terus diingat oleh “si no.5”. Satu hal yang sangat disayangkan oleh “si no.5” adalah dia tidak pernah bermain satu tim dengan Coach Arian. Ucapan terima kasih juga diberikan kepada pelatih dan caretaker lain yang sudah mempercayakan “si no.5” untuk mengenakan ban kapten, Adam 05 dan Amjad 06.

Prestasi bukanlah hal pertama yang dikejar oleh “si no.5” selama berkarir di futsal HI UnPad, melainkan kepuasan batin yang diperoleh ketika bermain bersama di berbagai kesempatan. Hal itulah yang telah diberikan oleh futsal HI UnPad kepada “si no.5” dalam setiap momen pertandingan sepanjang karirnya, baik kala bermain dan berlatih bersama.

Sebagai penutup, “si no.5” ingin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh oknum dan pihak yang pernah merasa disakiti atau dirugikan olehnya selama berkarir di futsal HI UnPad. Mungkin cuma sedikit gelar yang bisa diberikan oleh “si no.5” untuk HI UnPad, namun pengalaman luar biasa yang diberikan oleh futsal HI UnPad kepada “si no.5” tidak akan dilupakan olehnya sampai kapanpun, dimanapun dia berada kelak.

Maju teru futsal HI UnPad!

BERSATU DALAM PERJUANGAN!!

HI!! HI!! HI!!

Saturday, April 24, 2010

There's No Greater Optimism Than The Football Fans'


Tidak ada sikap optimis yang lebih besar dari yang dimiliki oleh fans sepakbola. Kalimat tersebut keluar dari mulut seorang komentator pertandigan Liga Spanyol beberapa minggu lalu tatkala Real Madrid dijamu Getafe. Kata-kata tersebut diucapkan untuk menggambarkan betapa besarnya rasa optimis yang dimiliki suporter Getafe, yang ditandai dengan dukungan-dukungan yang tetap mereka berikan kepada tim kesayangannya, meskipun papan skor menunjukkan angka 4-1 untuk keunggulan Real Madrid.
Sikap yang ditunjukkan oleh para pendukung Getafe menunjukkan bahwa sekecil apapun harapan yang ada, sesulit apapun lawan yang dihadapi, berapapun angka yang harus mereka kejar, mereka masih percaya bahwa tim kesayangan mereka mampu meraih hasil yang maksimal. Dukungan tanpa henti yang terus mereka berikan bisa dilihat dari dua sudut pandang. Yang pertama adalah tentu sebagai ‘bahan bakar’ untuk menyemangati pemain-pemain tim kesayangan merea yang berjuang di lapangan. Dan yang kedua adalah sebagai perwujudan dari sikap optimis bahwa tim kesayangan mereka mampu membalikkan keadaan.
Besarnya sikap optimis yang ditunjukkan oleh suporter sepakbola memang sungguh luar biasa. Segala hal yang menurut orang-orang adalah mustahil, tidak menjadi alasan bagi fans sepakbola untuk merasa pesimis dan menganggap semuanya sudah berakhir. Selain pertandingan Getafe vs Real Madrid tadi, masih ada pertandingan-pertandingan lain yang bisa dijadikan contoh yang menunjukkan optimisme yang besar dari para fans sepakbola.
Inter Milan vs Sampdoria dalam lanjutan Liga Italia Seri A musim 2004-2005, tatkala hingga menit ke-87, Inter yang bertindak sebagai tuan rumah masih tertinggal dengan skor 0-2. Beberapa suporter Inter memang ada yang pulang dan beranggapan bahwa Inter sudah kalah, namun lebih banyak yang tetap duduk di tribun dan terus mendukung Inter hingga akhir pertandingan. Hasilnya? Ketika peluit panjang dibunyikan oleh wasit di menit ke-94, Inter memenangi pertandingan dengan skor akhir 3-2.
Contoh lain misalnya peristiwa the Great Escape yang ditampilkan oleh West Bromwich Albion yang berjuang untuk lolos dari jeratan degradasi. Pada pekan terakhir Liga Inggris musim 2004-2005, West Brom berada di urutan terakhir klasemen dan masih tertinggal 2 poin dari zona aman. Mereka bertindak sebagai tuan rumah, dan kekalahan di pertandingan terakhir tersebut berarti relegasi bagi mereka. Nasib mereka juga ditentukan oleh pertandingan lain yang melibatkan tim-tim zona degradasi lainnya. Apakah suporter West Brom merasa pasrah dan enggan mendukung tim kesayangan mereka? Tidak. Kenyataannya, stadion The Hawthorne yang menjadi kandang West Brom full house, seluruh tket terjual habis. Dan apa yang terjadi? Di akhir pertandingan, West Brom yang tadinya berada di urutan buncit, secara menakjubkan naik 3 tingkat sekaligus ke urutan 17 dan selamat dari jeratan degradasi, setelah memenangkan pertandingan dengan skor 2-0 atas Portsmouth, dimana gol kemenangan dicetak di menit-menit akhir!. Setelah itu, semua pemain, pelatih, ofisial, dan para fans merayakan hasil tersebut seolah-olah mereka menjuarai Liga Inggris!
Ada beberapa contoh lain lagi yang bisa menunjukkan sikap optimis yang tinggi oleh fans sepakbola. Final Liga Champion 2004-2005 antara Liverpool melawan AC Milan, atau yang baru-baru ini yaitu pertandingan antara Wigan melawan Arsenal. Namun jika masuk ke level antarnegara, sikap optimis tersebut akan semakin kuat karena bercampur dengan nasionalisme. Kita pernah lihat bagaimana suporter tim nasional Yunani yang setia mendukung kiprah tim Hellas dalam ajang Piala Eropa 2004, padahal fakta ketika itu menyebutkan Yunani tidak pernah memenangi satupun pertandingan setelah mereka memastikan lolos ke putaran final Euro2004 hingga pertandingan pertama yang sekaligus menjadi pertandingan pembuka melawan tim tuan rumah Portugal, yang mereka menangkan dengan skor 2-1. Sikap optimis yang bercampur dengan rasa nasionalisme yang tinggi telah membakar semangat para suporter Hellas dan terbukti mampu meningkatkan semangat juang dan pantang menyerah para pemainnya, sehingga mereka secara menakjubkan keluar sebagai juara Eropa untuk pertama kali setelah di pertandingan final kembali menumbangkan tim tuan rumah dengan skor 1-0.
Sikap optimis didasari atas keyakinan dan harapan yang tinggi atas suatu hal. Tingginya kadar keyakinan dan harapan tersebut berasal dari banyak hal, bisa kepercayaan atau agama, prediksi, dan juga situasi. Orang optimis akan menanggapi kejadian buruk sebagai hal yang bisa mereka hadapi dengan tenang. Dan sikap optimis dapat membawa banyak kebaikan bagi jiwa dan raga seseorang. Kemungkinan sembuh akan semakin tinggi bagi orang yang optimis akan sembuh. Kebalikan dari optimis adalah pesimis. Orang pesimis akan menanggapi kejadian buruk sebagai akhir dari segalanya. Sikap pesimis menunjukkan tidak adanya keyakinan dan harapan yang kuat dalam diri seseorang.
Dalam sepakbola, sikap optimis yang paling besar seringkali ditunjukkan oleh para suporternya. Hal itu ditunjukkan dengan semangat mereka untuk terus mendukung tim kesayangannya, bagaimanapun situasi dan kondisinya. Sikap itu berakar pada banyak hal, seperti rasa nasionalisme, kecintaan teradap kampung halaman, ideologi, dan sebagainya. Kepercayaan dan keyakinan akan raihan positif menjadi pemicu semangat para football fans tersebut. Maksud dari raihan positif juga bisa bermacam-macam, umumnya adalah kemenangan, namun bisa juga hasil imbang, atau sekedar gol ke gawang lawan. Karena puncak dari segala sikap optimis yang ditunjukkan oleh suporter sepakbola adalah harga diri.
Dukungan yang diberikan secara optimis memang tidak selalu berakhir dengan hasil positif. Tapi setidaknya, bagi para suporter sepakbola, setiap dukungan yang mereka berikan bagi tim kesayangannya merupakan wujud dari rasa cinta serta keyakinan dan harapan terhadap timnya, sehingga pada akhirnya mereka akan pulang dengan kepala tegak, dan kebanggaan yang tinggi. Namun sangat disayangkan jika hasil negatif ditanggapi secara anarkis. Suporter seperti itu berarti memiliki mental yang tidak dewasa, dan tidak menghargai tim kesayangannya juga dirinya sendiri, seraya bertindak anarkis dan menyalahkan pihak lain.
Negeri kita memang sedang mengalami titik terendah dalam hal prestasi dan pembinaan sepakbola, khususnya untuk level tim nasional. Namun harapan masih menggantung dan keyakinan masih tertanam dalam jiwa masing-masing pecinta sepakbola Tanah Air, bahwa sepakbola Indonesia kelak akan kembali berprestasi. Buktinya, setiap kali tim nasional bertanding, stadion selalu dipenuhi penonton. Setiap kali lagu Indonesia Raya berkumandang, para suporter selalu ikut bernyanyi dengan penuh kebanggaan, bahkan sampai menitikkan air mata. Alangkah baiknya jika dukungan penuh yang diberikan dengan sikap optimis tersebut bisa berujung pada kemajuan sepakbola Tanah Air.
Fans merupakan hal esensial dalam sepakbola. Tanpa fans, sepakbola tidak akan menjadi olahraga paling populer si kolong jagad. Dukungan yang mereka berikan dengan rasa optimis yang tinggi perlu dihargai oleh setiap insan sepakbola. Karena dari merekalah harapan dan keyakinan akan prestasi itu datang. Pertandingan Getafe vs Real Madrid yang dibahas dalam pembuka, memang berakhir dengan kemenangan 4-2 bagi tim tamu. Namun di sisa pertandingan, dukungan kepada Getafe terus-menerus datang sehingga pemain tuan rumah tidak patah arang dan memaksa tim tamu untuk bertahan. Itulah optimisme tinggi yang ditunjukkan oleh football fans.